Newest Post

Tampilkan postingan dengan label IT For Bussines dan Artikel. Tampilkan semua postingan


PERLINDUNGAN HUKUM DALAM SISTEM PERDAGANGAN ONLINE-SHOP

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat menimbulkan adanya suatu gaya baru dalam sistem perdagangan. Beberapa tahun terakhir perdagangan online semakin marak terjadi di Indonesia. Sebut saja Kaskus, berniaga.com, bahkan online shop yang menggunakan facebook atau handphone sebagai alat pemasarannya. Orang-orang berlomba untuk meraup keuntungan dan pendapatan yang lebih dengan memanfaatkan teknologi informasi ini. Tidak dapat dipungkiri lagi, Online Shop menjadi salah satu alternatif yang paling menarik bagi konsumen untuk berbelanja selain berbelanja secara fisik. Bagi pelaku usaha, online shop dianggap menarik karena tidak memerlukan modal yang besar, pasar yang besar karena internet dapat diakses oleh para konsumen dari seluruh dunia, dan lainnya. Sedangkan bagi para konsumen, berbelanja di online shop dianggap lebih menarik karena harga yang ditawarkan biasanya lebih murah daripada berbelanja secara fisik. Namun dibalik semua kemudahan tersebut, online shop masih menyisakan beberapa persoalan tertutama dalam perlindungan konsumen seperti permasalahan mengenai penipuan, atau barang yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan. Lalu bagaimana hukum Indonesia mengatasi hal tersebut?

Pada tahun 2008, pemerintah Indonesia telah menerbitkan Undang-Undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam UU ITE ini diatur mengenai transaksi elektronik dimana salah satunya adalah kegiatan mengenai online shop ini. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai upaya UU ITE ini dalam memberikan perlindungan terhadap konsumen ada baiknya kita mengerti terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan transaksi elektronik.

Dalam pasal 1 ayat 2 UU ITE ini yang dimaksud dengan transaksi elektronik adalah “perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya”

Sesuai dengan pengertian diatas, maka kegiatan jual beli yang dilakukan melalui komputer ataupun handphone dapat dikategorikan sebagai suatu transaksi elektronik.

UU ITE juga mewajibkan pelaku usaha untuk memberikan informasi yang lengkap dan benar. Kewajiban tersebut terdapat dalam Pasal 9 UU ITE yang berbunyi :

“Pelaku usaha yang menawarkan produk melalui sistem elektronik harus menyediakan informasi yang lengkap dan benar berkaitan dengan syarat kontrak, produsen, dan produk yang ditawarkan”

Dalam penjelasannya disebutkan bahwa yang dimaksud dengan “informasi yang lengkap dan benar” adalah meliputi :
  1. Informasi yang memuat identitas serta status subjek hukum dan kompetensinya, baik sebagai produsen, pemasok, penyelenggara maupun perantara;
  2. Informasi lain yang menjelaskan hal tertentu yang menjadi syarat sahnya perjanjian serta menjelaskan barang dan/atau jasa yang ditawarkan seperti nama, alamat, dan deskripsi barang/jasa.
Saat ini banyak pelaku usaha di Indonesia yang tidak mengetahui mengenai kewajibannya sebagai pelaku usaha. Masih banyak pelaku usaha yang tidak mencantumkan alamatnya sebagai bentuk informasi yang disediakan, ataupun deskripsi mengenai barang/jasa yang ditawarkan tidak lengkap sehingga dapat merugikan konsumen.

Masalah lain yang dapat terjadi dalam suatu transaksi jual beli secara online ini adalah masalah mengenai kapan saat terjadinya transaksi jual-beli? Banyak penjual yang merasa sudah terjadi kesepakatan sehingga sudah memesan barang yang akan dijual, namun pada saat barang tiba, pembeli membatalkan untuk membeli barang tersebut dan berpendapat bahwa belum terjadi kesepakatan sehingga terjadi kerugian bagi pihak penjual.

Hal inipun telah diatur dalam UU ITE dalam pasal 20 UU ITE dijelaskan bahwa “kecuali ditentukan lain oleh para pihak, transaksi elektronik terjadi pada saat penawaran transaksi yang dikirim oleh pengirim telah diterima dan disetujui oleh penerima”. Hal ini sesuai dengan prinsip hukum perdata dimana suatu perjanjian terjadi pada saat tercapainya kata sepakat. Oleh karena itu, setelah penjual dan pembeli sepakat untuk melakukan perjanjian jual-beli, maka penjual dan pembeli tersebut sudah terikat dan memiliki kewajiban untuk mematuhi perjanjian tersebut. Untuk itu ada baiknya bahwa pernyataan “sepakat” tersebut disimpan sehingga dapat digunakan sebagai alat bukti untuk menyatakan bahwa telah terjadi kesepakatan apabila dikemudian hari terjadi suatu perselisihan mengenai hal tersebut.

Satu hal yang menjadi permasalahan utama dalam perdagangan melalui online shop ini adalah baik penjual dan pembeli kekurangan informasi antara satu dengan lainnya. Informasi menjadi penting dalam sistem perdagangan melalui online shop ini dikarenakan penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung pada saat transaksi jual beli terjadi. Masing-masing pihak baik itu penjual maupun pembeli merasa khawatir bahwa salah satu pihak tidak akan melaksanakan kewajibannya dan menyebabkan kerugian bagi pihak lainnya. Salah satu contoh kasus yang sering terjadi pada sistem perdagangan online adalah bahwa penjual tidak mengirimkan barangnya meskipun  pembayaran telah dilakukan. Apakah perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai “penipuan”? Lalu bagaimana perlindungan terhadap konsumen yang telah dirugikan tersebut ?

Pada dasarnya penipuan secara online tidak jauh berbeda dengan penipuan secara konvensional. Yang membedakan hanyalah sarana perbuatannya, dalam penipuan secara online, penipuan tersebut menggunakan sarana elektronik. Karena itu, penipuan secara online dapat dikenakan pasal 378 KUHP yang berbunyi :

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.”

UU ITE juga telah mengatur bentuk penipuan secara online ini. Dalam pasal 28 ayat (1) UU ITE disebutkan bahwa :
              Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

Dalam pasal 45 ayat 2 UU ITE menyebutkan bahwa ancaman pidana dari penipuan secara online ini adalah penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 Milyar.

Meskipun UU ITE ini sudah memberikan pengaturan mengenai permasalahan yang mungkin terjadi dalam perdagangan melalui sistem online ini, namun pada kenyataannya permasalahan ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengaturan UU ITE ini saja. Saat ini, belum ada mekanisme pengaduan yang mudah bagi pihak yang menderita kerugian. Mekanisme yang ada saat ini hanyalah sistem pengaduan sesuai dengan KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana). Mekanisme ini dinilai kurang cocok jika diterapkan pada sistem pengaduan dalam perdagangan online. Nilai transaksi yang tidak terlalu besar menjadi salah satu pertimbangan bagi pihak yang menderita kerugian untuk tidak melaporkan kerugian itu kepada aparat penegak hukum. Terlebih lagi, terdapat paradigma bahwa biaya untuk pelaporan tersebut lebih besar daripada kerugiannya itu sendiri.

Untuk itu, dibutuhkan suatu sistem pengaduan yang cepat, mudah dan terutama harus secara online juga. Ada baiknya aparat penegak hukum juga mengeluarkan daftar hitam/blacklist bagi pengguna perdagangan secara online ini yang telah terbukti merugikan pihak lain.

Nama        :  Lia nurjanah
Npm         :  1288234
Prodi         :  EI
klas           :  EI/D/IV
Tema         :  "Bentuk-bentuk Perdagangan melalui Website/Media Sosial".
Tugas M.K :  IT For business


CARA MENINGKATKAN PENJUALAN ONLINE : UNTUK BISNIS ONLINE
            banyak bisnis online yang gagal berkembang disebabkan karena sedikit tau tidak adanya penjualan, hal ini terjadi pada usaha besar dan kecil. factor penjualan memang begitu krusial dalam bisnis, tidak heran banyak pelaku usaha terus meningkatkan kemampuan dalam bidang penjualan online.
            cara terbaik supaya bisnis  online semakin maju adalah dengan meningkatkan penjualan online. cara meningkatkan penjualan online dapat didorong dengan aktiitas promosi online lewat internet, cara ini dapat membantu untuk meningkatkan penjualan, karena semakin kita sering promosi bisnis online kita, maka akan semakin banyak orang yang mengenal dan tahu tentang apa yang kita tawarkan dengan begitu maka akan semakin besar peluang terjadinya penjualan. pada intinya kalau kita mau meningkatkan penjualan secara online, kita harus mendatangkan banyak pengunjung kehalaman web atau toko online kita, inilah tujuan pertama kenapa melakukan promosi.
            sebelum membahas cara promosi untuk meningkatkan penjualan online sebaiknya memahami pentingnya menjaga kesetiaan konsumen, karena kalau kita tidak menjaga kesetiaan pelanggan aktifitas promo yang kita lakukan akan kurang efektif, berikut ini beberapa keuntungan yang kita bisa dapatkan bila memiliki pelanggan setia :
a    .       mengurangi biaya pemasaran
pada intinya biaya yang dibutuhkan untuk mempertahankan pelanggan lama lebih murah dari pada biaya untuk mencari pelanggan baru.
b    .      meningkatkan penjualan
pelanggan akan lebih sering melakukan transaksi bila mereka mendapatkan produk dan layanan yang memuaskan
c    .       menarik minat pelanggan baru
pelanggan yang puas bisa menimbulkan keyakinan bagi pelanggan yang baru, efeknya kita bisa meningkatkan penjualan dengan biaya minim atau bahkan tanpa biaya.
d    .      memberikan waktu untuk merespon ancaman-ancaman pesaing
jika salah satu pesaing bisnis kita mengembangkan produk yang unggul, pelanggan yang loyal akan memberi waktu pada pelaku usaha agar memperbaiki produknya dengan cara menyesuaikan atau menetralkannya.

Promosi Sebagai Cara Meningkatkan Penjualan Online

            langkah penting promosi adalah mengenali produk, mengenali siapa target market, media promosi yang tepat dan menulis iklan yang menarik. ada banyak cara dan media untuk promosi didunia maya, berikut ini beberapa diantaranya :
1    .      iklan baris
iklan Bria online dapat menjadi media yang cukup bagus untuk mendatangkan pengunjung ditoko online dan meningkatkan penjualan, terutama iklan baris berbayar. untuk mendapatkan hasil maksimal, kita perlu memperhatikan elemen penting dalam menulis aklan. iklan yang kita buat harus :
-        menarik perhatian pembaca (Attention)
-        membuat pembaca tertarik dengan produk yang ditawarkan (Interest)
-        membuat pembaca berhasrat untuk memiliki produk tersebut (Desire)
-        membuat pembaca melakukan tindakan yang diharapkan (Action)

kita dapat memasang iklan baris gratis disitus iklan baris gratis yang banyak tersedia diinternet, namun untuk hasil yang maksimal lebih baik pasang iklan baris berbayar seperti detik.com,dll.
2    .      Iklan banner
iklan banner adalah sebuah media promosi berupa iklan dalam bentuk gambar, animasi dan tulisan. iklan banner dapat menjadi salah satu cara promo inline yang dapat meningkatkan penjualan kalau banner didesain dengan baik dan menarik tanpa mengganggu pembaca, selain itu isi iklan banner harus ada unsure attention, interest, desire,. dimana tempat yang bagus untuk memasang iklan banner? di detik.com, diblog yang menyediakan space iklan banner. tis kalau pasang iklan anner di blog orang, pilih blos yang pembacanya sesuai target market kita.
3    .      Iklan PPC
PPC merupakan singkatan dari pay per click, kita mengeluarkan biaya untuk tiap clik iklan. iklan jenis PPC merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan penjualan online karena dengan iklan jenis ini, kita akan dengan mudah menarik pengunjung ditoko online kita. untuk hasil maksimal coba iklan ppc google adwords.
4    .      Forum online
bergabunglah di forum yang membahas topik yang berkaitan dengan produk atau jasa yang kita jual. cara terbaik dalam berpromosi di forum adalah dengan menempatkan diri kita sebagai ahli dalam bidang yang kita geluti, seperti membuat posting yang bermanfaat, menjawab pertanyaan member lainnya dan jangan lupa pada signature cantumkan alamat situs kita.
5    .      Yahoo dan Google group
carilah group google atau yahoo yang membahas topic yang masih berhubungan dengan produk atau jasa yang kita jual. aturan untuk promosi di group sama seperti pda forum.
6    .      Blog
dengan blog kita bisa mendatangkan pengunjung ditoko inline kita, syaratnya blog kita harus berisi konten yang bermanfaan bagi pengunjung.
7    .      Sosial media
saat ini tren promo disosial media meningkat pesat Karena memang masyarakat Indonesia senang sekali menggunakan social media seperti twitter dan facebook. dalam promo lewat social media ada baiknya kita tidak secara langsung menawarkan produk/jasa tapi lebih membangun hubungan dan mendapatkan komunitas yang tepat.
memang promosi online disosial media seperti facebook membutukkan beberapa teknik yang perlu kita pelajari, namun sekarang kita bisa promosi difacebook dengan mudah lewat web larisbngt.com dan lakubngat.com. bagaimana cara meningkatkan penjualan online lewat situs dua ini?
a)      Facebook commerece lakubngt.com
lakubngt.com merupakan aplikasi facebook cemmerece atau took online lewat facebook, dimana kita bisa menawarkan produk atau jasa lewat facebook , jadi kita tidak perlu membut website untuk jualan, lewat system lakubngt.com kita bisa punya toko online murah, karena Cuma butuh akun facebook dan juga geteway pembayaran seperti IPAYMU. system ini terhubung dengan system pembayaran dan shipping. ketika ada pelanggan yang order ketoko online kita, maka system facebook cemmerece lakubngt.com akan memberikan info secara otomtis kealamat email atau kita bisa cek dihalaman admin, selain itu masih banyak fitur canggih lainnya yang berfungsi sebagai cara meningkatkan penjualan online seperti: 

             1. Facebook smart tagging
manfaat sari fitur ini adalah bisa langsung tag gambar kepada teman-teman difacebook, efeknya bisa jadi viral marketing, produk/jasa kita bisa dikenal luas denan cepat, tap inget jangan asal ngetag.
     2. Desain took online
dengan fitur ini kita bisa mendesain toko online facebook sesuai selera. kamu tidak perlu paham dengan kode-kode html untuk desain toko online ini, karena desain slider serta posisi siplay produk dapat dikonfigurasi dengan sangat mudah tanpa repot.
     3. All devic friendly
sekarang ini banyak orang belanja lewat smartphone, tablet dan gadget lainnya, untuk itu toko online harus responsive, dengan fitur ini toko online dengan mudah bisa diakses dari media apapun dengan tanpilan yang baik efeknya bisa meningkatkan penjualan online lebih banyak.
           4. SEO friendly
dengan fitur ini kita tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan yang cukup besar untuk bayar jasa Seo

b)      Timeline facebook & twitter larisbngt.com
merupakan alat bantu untuk meningkatkan penjualan secara online. dengan bantuan sisten larisbngt.com kita bisa dengan mudah meningkatkan penjualan online untuk toko online atau bisnis online karena larisbngt.com mengunakan metode conversion yang mempermudah brand bisnis, produk dan jasa berinteraksi dengan facebook newsfeed dan twitter timeline, efeknya bisnis atau toko online kita akan semakin popular disosial media dengan begitu peluang meningkatnya penjualan online semakin besar.
berikut ini macam-macam fitur larisbngt.com:
1.      Social media coversion
2.      social media booster tools
3.      FB page analytic
4.      SEO booster
ANALISIS SWOT
Untuk meningkatkan penjualan secara online maka kita harus melakukan promosi,dengan promosi maka banyak orang yang tau tentang produk yang kita tawarkan. Dengan begitu banyak orang yang akan mengunjungi penjualan online kita. Dengan banyaknya pengunjung maka penjualan kita akan semakin meningkat.
            Selain promosi untuk meningkatkan penjualan online maka kita harus menjaga kesetiaan para pelanggan dengan cara memberikan produk dan layanan yang sangat memuaskan dengan begitu pelanggan kita akan memperomosikan produk kita dengan orang-orang yang ada sesekililingnya. Oleh karena itu dengan kita menjaga kesetiaan pelanggan maka itu aka mengurangi biaya pemasaran, dengan begitu maka biaya yang kita keluarkan akan semakin berkurang, dan pengunjung akan semakin bertambah, maka kita tidak takut untuk menghadapi berbagia pesaing karna kita sudah memiliki banyak pelanggan.
            Promosi  adalah salah satu cara agar banyak orang yang akan mengetahui produk yang kita tawarkan. Banyak sekali cara untuk mempromosi melalui  dunia maya yaitu dengan cara iklan garis,iklan banner,iklan PPC, forum online, yahoo & google group,blog dan sosial media.
            Dizaman yang modern ini, maka peluang untuk meningkatkan penjualan secara online akan semakin mudah karena banyak sekali  masyarakat indonesia yang menggunakan sosial media seperti facebook & twitter. Untuk meningkatkan penjualan melalui facebook kita bisa menggunakan dua situs yaitu situs  pertama : facebook cemmerece lakubngt.com, dengan menggunakan situs facebook cemmerece lakubngt.com kita tidak perlu membut website untuk jualan, lewat system lakubngt.com kita bisa punya toko online murah, karena Cuma butuh akun facebook dan juga geteway pembayaran seperti IPAYMU. Dan masih banyak fitur canggih lainnya antara lain Facebook smart tagging, Desain took online, All devic friendly, dan Seo friendly. Yang kedua yaitu: Timeline facebook & twitter larisbngt.com, dengan situs ini kita bisa dengan mudah meningkatkan penjualan online untuk toko online atau bisnis online karena larisbngt.com mengunakan metode conversion yang mempermudah brand bisnis, produk dan jasa berinteraksi dengan facebook newsfeed dan twitter timeline, efeknya bisnis atau toko online kita akan semakin popular disosial media dengan begitu peluang meningkatnya penjualan online semakin besar. Di sutis ini juga terdapar beberapa fitur yaitu: Social media coversion,social media booster tools, FB page analytic, SEO booster.
Dari materi SIM dapat saya simpulkan bahwasannya Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah serangkaian sistem informasi yang biasanya digunakan para suatu entitas organisasi formal, perusahaan dll, yang berbasis komputer yang mampu mentransfer data menjadi serangkaian informasi yang sesuai dengan yang diinginkan oleh manajer dan telah disepakati bersama. SIM dapat diartikan dengan informasi yang digunakan suatu organisasi atau perusahaan untuk mengambil suatu keputusan. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti: “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil Keputusan”. 

 Dengan adanya informasi dapat memudahkan perusahaan untuk mengetahui masalah yang terjadi dimasa yang lalu,masa sekarang dan masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Dan biasanya Output informasi untuk memudahkan manajer atau non manajer dalam perusahaan untuk membuat keputusan dalam memecahkan masalah. 

 Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan munculnya peraturan dari pemerintah. Hal ini yang menyebabkan Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM semakin mahal dan sulit.

 Sisten informasi manajemen (SIM) dapat menertipkan suatu organisasi atau perusahaan dalam sebuah informasi yang terkadang tidak cocok dengan kebutuhan yang diinginkan atau informasi yang bercampur baur dalam perusahaan atau organisasi tersebut. Adapun tujuan dari SIM adalah untuk meningkatkan manajemen yang didasarkan kepada berita-berita, intuisi, dan pemecahan masalah yang terisolasi kepada manajemen yang didasarkan pada informasi secara sistem, pemrosesan data secara sempurna dengan alat-alat yang canggih dan pemecahan masalah secara sistem.

 Sistem informasi sangat mendukung proses menejerial karena manajer dalam organisasi atau perusahaan memainkan tiga ketegori peranan, yaitu peranan yang bersifat interpersonal, peranan informasional, dan peranan selaku pengambil keputusan. Dan seluruh peranan ini akan dapat dimainkan oleh manajemen dengan tingkat efektivitas yang tinggi apabila sebelum dan selama memainkan peranan tersebut tersedia semua jenis informasi yang diperlukan oleh manajemen suatu organisasi.

kesimpulan sistem informasi manajemen (SIM)

Rabu, 23 April 2014
Posted by Unknown
PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang 

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang berkembang dewasa ini memberikan banyak manfaat kepada peradapan manusia di era modern ini. Setiap orang merasakan dampak dari perkembangan Teknologi Informasi (TI) dari masa ke masa. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia di masa ini maupun di masa mendatang. Karena Teknologi Informasi (TI) dapat ditemui di manapun dalam kehidupan sehari-hari manusia contohnya computer, televisi, telepon seluler, dan lain-lain. Oleh karena itu manusia di era modern seperti saat ini dituntut untuk mengetahui dan mengikuti perkembangan Teknologi Informasi (TI) agar dapat bersaing dalam persaingan yang ketat di era globalisasi seperti saat ini maupun di masa mendatang. Dalam dunia bisnis saat ini Teknologi Informasi (TI) sangat bermanfaat karena semakin memudahkan orang dalam melakukan bisnis. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sekarang ini sangat berpengaruh dalam dunia bisnis, perkembangan dunia Teknologi Informasi (TI) yang sangat cepat seperti yang kita rasakan sekarang ini, membuat dunia bisnis juga berkembang pesat karena keduanya saling ber-relasi dan saling membutuhkan satu sama lain. Bahkan sekarang ini hampir setiap orang yang melakukan bisnis tidak lepas dari Teknologi Informasi (TI). Dan sekarang semakin banyak dibutuhkan orang-orang yang ahli dalam bidang Teknologi Informasi (TI) untuk kegiatan bisnis. Bisnis perbankan sangat mempengaruhi ekonomi dunia saat ini. semenjak ditemukannya computer pada tahun 1955, Teknologi Informasi (TI) berkembang sangat cepat, perkembangan Teknologi Informasi (TI) sangat bermanfaat dalam dunia perbankan. Semenjak itu dunia perbankan berkembang sangat cepat dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI). Pada awalnya dunia perbankan hanya sebagai jasa tempat penukaran uang (money changer). Lalu kemudian berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang, yang saat ini dikenal sebagai kegiatan simpanan (tabungan). Kemudian berkembang lagi sebagai tempat peminjaman uang. Dan masih terus berkembang hingga saati ini. Sekarang dunia perbankan telah berkembang bersama Teknologi Informasi (TI) dan hasilnya adalah seperti yang kita lihat sekarang ini, contohnya adalah E-banking dan lain-lain. 

 PEMBAHASAN 
A. Pengertian korelasi 
 Korelasi adalah metode untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan dua peubah atau lebih yang digambarkan oleh besarnya koefisien korelasi. Koefisien korelasi adalah koefisien yang menggambarkan tingkat keeratan antara dua peubah atau lebih. 

B. Pengertian TIK
teknologi informasi Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya yang bermanfaat balam mengambil keputusan saat ini atau mendatang. Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. Jadi korelasi teknologi informasi dalam perbankan adalah untuk mempermudah bank dalam melayani masyarakat. Selain itu juga memudahkan oprasional intern perusahaan. dan bank bisa dengan mudah bekerja sama dengan nasabah lain. Bahkan bank sudah menyediakan layanan membuka rekening bank online tanpa masyarakat harus mengantri di bank. Tentunya dengan adanya TI dalam dunia perbankan sangat membantu bank dalam mempermudah dan meningkatkan fasilitasnya.

 C. Perkembangan Teknologi Informasi dalam Perbankan 
Seperti yang kita lihat sekarang ini Teknologi Informasi (TI) sangat cepat berkembang dan semakin dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat. Dalam hal ini perbankan, pada awalnya Bank di bentuk bukan seperti sekarang ini yang seperti kita lihat sekarang. Pada awalnya bank hanya sebuah jasa yang melayani penukaran uang, kemudian berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang (tabungan), lalu berkembang lagi menjadi tempat peminjaman uang. Awal kegiatan perbankan dimulai dari zaman babylonia kemudian terus berkembang ke zaman yunani kuno dan romawi. Hingga akhirnya terus berkembang sampai ke daratan eropa, dan akhirnya berkembang sampai ke Asia Barat yang dibawa oleh para pedagang Eropa, dan terus berkembang hingga kegiatan perbankan ini menyebar ke seluruh dunia, terutama daerah jajahan Eropa. Dewasa ini bank bukan hanya sebagai tempat penukaran, penitipan, maupun peminjaman uang. Saat ini bank berkembang menjadi lebih besar lagi bahkan sekarang ini mempengaruhi ekonomi masyarakat dalam tingkat nasional, maupus dalam tingkat internasional. Dalam skala yang sangat besar ini tentu bank sangat membutuhkan Teknologi Informasi (TI) untuk pengelolaanya karena bank sudah mencakup lingkup yang sangat besar hingga dunia internasional. Penggunaan Teknologi Informasi (TI) dalam bidang perbankan diharapkan dapat memudahkan pihak bank maupun pengguna jasa bank. Penerapan Teknologi Informasi (TI) dalam dunia perbankan sangat membantu bank dalam mempermudah dan meningkatkan fasilitasnya, Contohnya mesin ATM. ATM(Automated Teller Machine) pertama kali ditemukan oleh Donald C. Wetzel asal amerika serikat pada tahun 1968. Penemuan ini berawal dari saat beliau lelah dan kesal mengantre dalam antrian panjang bank. Ia lantas menemukan ide pengembangan mesin untuk nasabah bertransaksi. Ide mesin ini ditujukan untuk menggantikan fungsi teller bank untuk melayani nasabah dengan praktis. Mesin mulai digunakan secara komersil tepat pada tanggal 2 september 1969, oleh Chemical bank, new York. Saat itulah industri perbankan di dunia mengenal mesin ATM modern pertama yang menggunakan kartu plastik ber-strip magnetik dan sukses diterima bank-bank di Amerika Serikat. Namun, mesin ATM Wetzel bukanlah yang pertama saat itu. Cikal bakal ATM itu sudah diperkenalkan sejak 1939 oleh Luther George Simjian. Sayangnya, pihak bank waktu itu masih tidak bisa menerima pemikian bahwa sebuah mesin dapat menggantikan pekerjaan manusia melayani nasabah. Bahkan, permintaan mesin ATM kala itu masih sangat kecil. Alhasil, ATM temuan Simjian itu tidak sukses dipasaran. Karena faktor itulah, Smithsonian’s National Museum of American History, lebih memilih mencatat nama Donald Wetzel sebagai penemu ATM. Apalagi, pada 1973, dari total 2.000 ATM yang beroperasi di Amerika Serikat, sebagian besar adalah model buatan Docutel—perusahaan tempat Wetzel bekerja. Pada awal ditemukannya mesin ATM, ATM belum dapat terhubung secara online. Baru pada 1974, perusahaan bernama Diebold asal Amerika Serikat, berhasil mengaplikasikan ATM yang langsung terhubung secara online dengan bank, sehingga mesin ini makin bisa memenuhi permintaan industri perbankan. Dalam perkembangannya, saat ini pengaplikasian Teknologi Informasi (TI) dalam dunia perbankan bukan hanya mencakup ATM saja. Namun juga hal-hal lainnya seperti Internet Banking. Dunia internet telah berkembank luas dan mendunia. Selama tahun 1980-an programmer yang bekerja pada bidang perbankan mulai datang dengan ide-ide untuk transaksi perbankan online. Perkembankan internet banking pada awalnya di motori oleh organisasi perbankan dan keuangan di eropa dan amerika serikat pada saat itu disebut “Rumah perbankan”. Pada awal 1980 saat computer dan internet belum banyak di kenal oleh masyarakat dunia dan tidak berkembang baik, penggunaan “perbankan rumah” terbuat dari mesin fax dan telepon unutk memudahkan orang yang menggunakan jasa bank. Lalu, penyebaranfasilitas internet dan pemrogramman membuat peluang “perbankan rumah” semakin besar. Tahun 1983, Nottingham building society (NBS) memelopori perbankan online pertama di inggris. Layanan ini membentuk sebagian besar fasilitas internet perbankan untuk diikuti. Fasilitas ini pada awalnya tidak berkembang dengan baik dan membatasi jumlah transaksi untuk pemegang rekening. Fasilitas yang diambil ini merupakan system yang diambil dari system prestel, system yang digunakan departemen pos inggris. Sedangkan di amerika serikat layanan ini pertama kali dikenalkan pada oktober 1994. Yang dikembankan oleh Stamford federal credit union , yang merupakan lembaga keuangan. Sedangkan jika di Indonesia sendiri dikenalkan pada tahun 2001 yang pertama kali dikenalkan oleh Bank Central Asia(BCA). Saat ini online banking sudah sangat marak penggunaanya. Internet banking bukan hanya menguntungkan pihak pelanggan pengguna jasa bank namun juga menguntungkan bagi bank itu sendiri. Dengan Internet banking yang marak penggunaanya saat ini, sekarang nasabah bank tidak perlu untuk datang ke bank untuk mengambil tabungan, menabung, atau sekedar mengecek saldo mereka. Berbagai kemudahan yang ditawarkan online banking sekarang ini sudah dapat di manfaatkan oleh sebagian besar nasabah, karena saat ini Teknologi Informasi (TI) sudah dapat dinikmati oleh sebagian besar masyarakat baik golongan masyarakat kelas atas hingga golongan masyarakat golongan bawah. Selain kelebihan-kelebihan diatas yang ditawarkan oleh Internet banking, kelebihan lainnya yaitu misalnya mentransfer uang ke rekening lain dengan Internet banking, membayar tagihan listrik, membayar tagihan air, bahkan membeli pulsa secara Internet dari Internet banking. Bahkan dewasa ini jual/beli barang/jasa dapat dilakukan secara online. Pelanggan dapat membeli sesuatu hanya dengan mengakses internet dan menggunakan Internet banking dari bank masing-masing. Internet banking sekarang juga menawarkan kartu kredit online, pinjaman personal, dan akun tabungan. Dan semua itu dilakukan secara online. Selain nasabah pihak bank sendiri juga diuntungkan. Bank akan lebih praktis dalam melayani nasabah dalam melakukan transaksi karena jika nasabah melakukan transaksi denan menggunakan fasilitas online banking maka teller bank tidak perlu melayani nasabah secara manual. sehingga ini akan memudahkan teller karena jumlah nasabah yang dating langsung ke bank akan berkurang dan ini akan membuat bank mendapatkan keuntungan yang lebih . sehingga kesimpulannya semakin banyak nasabah yang menggunakan online banking maka keuntungan yang di dapat bank akan semakin bertambah besar. Pada akhirnya, jika bank mendapat keuntungan maka bisa saja bank menawarkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi sehingga kembali dapat menguntungkan pelanggan. Menilai dari popularitas yang sekarang, online banking akan terus popular dan digunakan di masa yang akan datang. Individual dan pelaku bisnis yang sebelumnya menolak untuk mengadopsi online banking sebagai alat komersial, sekarang tidak akan mempunyai banyak pilihan lagi. Kecepatan sistem online dalam melakukan transaksi akan mengalahkan metode tradisional sepenuhnya. Bagaimanapun juga, perkembangan dari online banking akan tergantung dari seberapa user-friendly nya fasilitas yang ada, penambahan fasilitas yang baru yang akan ditambahkan dan bagaimana konsep dari online banking dikemas sedemikian rupa untuk digunakan secara umum. Sayangnya sampai sekarang bank dan pelanggan masih jarang sepakat dalam hal fasilitas mana saja yang berguna dan tidak berguna. Sejumlah riset pasar dan polling pelanggan diperlukan untuk menjembatani jarak antara apa yang diperlukan dalam perbankan dan apa yang tersedia. Salah satu penggunaan online banking di masa yang akan datang, menurut Bank of America, harus menyediakan kesempatan untuk mengembangkan perbankan di dalam cara-cara inovatif yang mengutamakan kecenderungan kelakuan pelanggan, pilihan yang ada, dan trend. Ide-ide baru yang dikembangkan harus menerapkan teknologi yang mengungkap wawasan yang mencakup skala sosial dan fisik yang luas, dari interaksi dengan pelanggan secara individu menuju kepada transaksi secara global. Perlu dilakukan riset guna menemukan inovasi untuk mengubah dunia perbankan secara menyeluruh. Peneliti akan menanyakan pertanyaan seperti : “Bagaimana caranya sehingga semua pelanggan dapat memiliki pengetahuan dan alat yang dibutuhkan untuk mengontrol keuangan mereka secara lebih baik di masa yang akan datang?”, “Bagaimana interaksi perbankan ber-evolusi ketika dunia pelanggan secara fisik dan virtual terjalin?”, dan “Bagaimana jaringan sosial mengubah pengalaman pelanggan menjadi lebih mudah, nyaman, dan lebih terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari? ”

 D. Dampak Teknologi Informasi dalam Perbankan 
Peran teknologi dalam dunia perbankan sangatlah mutlak, dimana kemajuan suatu sistem perbankan sudah barang tentu ditopang oleh peran teknologi informasi. Semakin berkembang dan kompleksnya fasilitas yang diterapkan perbankan untuk memudahkan pelayanan, itu berarti semakin beragam dan kompleks adopsi teknologi yang dimiliki oleh suatu bank. Tidak dapat dipungkiri, dalam setiap bidang termasuk perbankan penerapan teknologi bertujuan selain untuk memudahkan operasional intern perusahaan, juga bertujuan untuk semakin memudahkan pelayanan terhadap customers. Apalagi untuk saat ini, khususnya dalam dunia perbankan hampir semua produk yang ditawarkan kepada customers serupa, sehingga persaingan yang terjadi dalam dunia perbankan adalah bagaimana memberikan produk yang serba mudah dan serba cepat. Salah satu bank yang paling mutakhir dengan teknologi hi-end nya adalah BCA, dimana dengan asset teknologi mutakhir yang dimilikinya BCA mampu menjadi leader dalam hal pelayanan e-banking. Dengan jumlah ATM terbesar yang dimilikinya, fasilitas internet banking,dll. Padahal ukuran kecanggihan sebuah teknologi perbankan tidak hanya dilihat dari coverage ATM-nya semata, tapi seharusnya dilihat pada data centernya, khususnya di aplikasi core bankingnya. Memang kendala yang dihadapi oleh dunia perbankan adalah kompleks dan mahalnya teknologi informasi, karena sebagian besar teknologi ini masih disuplay oleh vendor-vendor luar negeri. Tetapi kita lihat sekarang, banyak vendor – vendor pribumi yang berani bersaing dalam teknologi informasi ini. Jadi kenapa kita tidak memakai vendor-vendor pribumi untuk menanamkan teknologi informasi tersebut dalam dunia perbankan. Hal ini manjadi tuntutan bagi perbankan karena mau tidak mau suatu korporasi yang mempunyai ruang lingkup kerja yang luas ditambah dengan operasional-operasional yang sangat banyak harus ditunjang dengan suatu teknologi untuk memudahkan, mengefisienkan dan mengefektifkan kinerja tersebut. Apalagi dalam dunia perbankan dibutuhkan suatu informasi yang up to date bagi pihak manajemen menengah ke atas untuk memprediksikan langkah bisnis yang akan diambil sehingga berbagai kendala yang mungkin muncul dapat teratasi. Sebagai contoh, dibangunnya suatu sistem informasi Biro Kredit Nasional oleh Bank Indonesia, hal itu dilakukan tidak lain adalah untuk mengantisipasi resiko kredit yang mungkin muncul apabila salah seorang debitur mengajukan pinjaman di salah satu bank padahal pinjaman di bank lain belum lunas. Hal ini dibutuhkan kesinergian dan up to date-nya informasi antar bank sehingga hal tersebut dapat terhindarkan. Operasional yang real time antar bank juga telah menjadi tuntutan bagi dunia perbankan, karena hal ini menjadi salah satu materi bagi pelayanan yang berkompetisi dalam memasarkan produk perbankan. Pengiriman uang transfer antar bank, outlet-outlet otomasi (ATM), hal ini menjadi patokan penilaian bagi para nasabah umumnya dalam melakukan transaksi dalam segi pelayanan. Jadi memang mau tidak mau bisnis perbankan harus ditunjang keefisienan operasional jika ingin bersaing di dalam dunianya, dan hal ini harus ditunjang dengan suatu sistem yang terintegrasi yang termuat dalam suatu teknologi informasi. Penerapan suatu teknologi informasi menuntut diantaranya sumber daya manusia yang memadai. Jika sumber daya manusia yang ada tidak menguasai teknologi tersebut hal ini menjadi suatu pemborosan semata, karena mahalnya teknologi yang telah dibeli jika tidak terpakai merupakan suatu hal yang sia-sia. Oleh karena itu sebelum teknologi tersebut diterapkan, sudah seharusnyalah kita instropeksi terhadap kemampuan korporasi, apakah cocok teknologi tersebut diterapkan, apakah sumber daya manusianya memadai, dan apakah teknologi tersebut mempunyai features yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Karena penerapan suatu sistem teknologi informasi merupakan salah satu aktivitas investasi jangka panjang bagi korporasi. Hal ini sudah sepatutnya menjadi hal yang diperhitungkan dalam dunia perbankan, sebagai lembaga intermediasi bagi masyarakat, sudah seharusnya perbankan menjadi “pelayan” yang setia dengan selalu merealisasikan bentuk-bentuk pelayanan dengan menggunakan teknologi informasi. Namun masyarakat sering salah kaprah. Internet banking sering dikatakan canggih karena memungkinkan akses perbankan dari manapun. Padahal jika dilihat dari arsitektur sistem perbankannya, E-Banking hanyalah salah satu channel dari banyak channel untuk transaksi perbankan semisal EDC (electronic data capture) yang banyak terdapat di merchant belanja. Ataupun mesin ATM itu sendiri Mudahnya sebuah sistem yang mengelola data hingga 140 juta customer base yang hanya digunakan untuk pencatatan saja semisal KPU-Pemilu, tentunya tidak lebih canggih dibandingkan BRI dengan 30 juta customer yang menggunakan aplikasinya untuk menghitung kelipatan bunga dan kredit. Dan tentunya tidak berarti BRI kalah canggih dengan aplikasi Bank Niaga yang mampu dengan akses banyak channel-nya bila pelanggannya hanya 10juta. Pengembangan lokasi layanan perbankan saat ini nyaris sudah tidak mungkin, penambahan produk baru juga tidak akan beranjak jauh dari inovasi sekitar mobile-banking dan ekstensifikasi layanan private banking, yang semula diarahkan ke nasabah-nasabah kelas kakap saja. Layanan financial planning yang semula sangat terbatas, kini semakin marak dan dimungkinkan dengan terbukanya peluang untuk memadukan produk-produk asuransi, pasar-modal dan dana-pensiun ke dalam layanan perbankan. Teknologi yang diperlukan sifatnya menjadi sangat individual dan tergantung pada profil dan kebutuhan masing-masing nasabah. Yang penting adalah bahwa perkembangan saat ini menunjukkan bahwa layanan jasa-keuangan sedang bergerak ke arah konvergensi di antara keempat jenis produk tersebut. Lalu, bagaimana penerapan teknologi informasi untuk kebutuhan seperti ini? Tidak mungkin melakukan integrasi dari semua sistem aplikasi yang terkait, karena masing-masing aplikasi hampir pasti dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan yang berbeda. Beberapa bank tampak mengoperasikan service desk terpisah untuk masing-masing jenis layanan jasa keuangan. Insurance desk misalnya, ada di sudut khusus untuk jenis layanan itu. Capital market instruments relatip lebih mudah diintegrasikan ke dalam layanan jasa perbankan, itupun kalau konfigurasi produknya simpel-simpel saja. Pola ini primordial sifatnya dan sudah dilakukan lebih dari 10 tahun yang lalu. Tantangannya adalah dukungan teknologi perbankan di meja service representative yang dapat digunakan untuk memadukan semua layanan jasa perbankan ini dan meraciknya secara individual untuk para nasabah yang memerlukan. Berbagai kasus di atas membantu menunjukkan bahwa teknologi yang diterapkan dengan baik memberikan competitive advantage kepada sebuah bank. Setiap bank mempunyai akses yang sama atas teknologi yang ada, namun yang mampu memanfaatkannya dengan benar adalah mereka yang berhasil meraciknya ke dalam sebuah konfigurasi yang fungsional dan efisien, yang diimplementasikan dengan seksama, yang mendukung produk dan layanan yang ciamik serta dioperasikan dengan tepat-guna. Membeli teknologi adalah kegiatan yang paling mudah dan tidak memerlukan keahlian tinggi. Namun, semuanya kembali memerlukan perancangan, penerapan teknologi yang baik, Good IT Governance, yang berdasarkan keseuaian target korporasi dari perbankan itu sendiri. 

E. Aplikasi Teknologi Informasi dalam Perbankan 
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening. 

1. ATM 
Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri, ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal. Setiap kita pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah yang memungkinkan untuk melakukan pemindah bukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain (dalam satu switching jaringan ATM). Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, karena ragam fitur dan kemudahan penggunaannya. 

2. Phone Banking 
Ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah, namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada. Pada awalnya, layanan Phone Banking hanya bersifat informasi yaitu untuk informasi jasa/produk bank dan informasi saldo rekening serta dilayani oleh Customer Service Operator/CSO. Namun profilnya kemudian berkembang untuk transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain; serta dilayani oleh Interactive Voice Response (IVR). Fasilitas ini boleh dibilang lebih praktis ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, karena cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain.

 3. Internet Banking 
Ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur transaksi yang dapat dilakukan sama dengan Phone Banking yaitu informasi jasa/produk bank, informasi saldo rekening, transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. Kelebihan dari saluran ini adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA.

 4. SMS/m-Banking
 Saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms, kecuali pada bank yang melakukan kerjasama dengan operator seluler, menyediakan akses banking menu - Sim Tool Kit (STK) pada simcardnya. Di balik kemudahan e-Banking tersimpan pula resiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN); sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan. Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi. 

F. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Perbankan
 Dalam dunia bank TI adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan internet banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui internet banking antara lain trensfer uang, pengecekan saldo, pemindah bukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening. Di kota-kota besar, kita dapat memastikan kebanyakan orang telah mempunyai rekening di bank. Rekening yang bisa berupa tabungan, rekening koran, giro, atau pun deposito. Tapi melakukan transaksi di kantor bank terkadang memakan waktu cukup lama terutama harus antri menunggu giliran. Tidak jarang karena kesal dan tidak sabar menunggu dilayani sehingga memanfaatkan cara lain yaitu seperti menggunakan ATM bank yang disebar di beberapa tempat. Namun terkadang seseorang bisa bertambah kesal karena di depan ATM ternyata mendapat barisan orang yang mengantri pula. Memanfaatkan internet sebagai salah satu jalur transaksi perbankan yang lebih mudah di akses dimanapun, seperti dirumah atau kantor dan juga kapan pun selama 24 jam satu minggu penuh. Internet banking yang juga dikenal dengan istilah online banking ini menurut situs wikipedia melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sistem keamanan. Bagi sebagian orang, internet banking sangat membantu karene bisa melakukan transaksi perbankan diluar jam kerja bank yang sering pendek. Hanya membutuhkan koneksi internet dan web browser seperti internet Explorer. Sama sekali tidak memerlukan perangkat lunak atau perangkat keras secara khusus. Jumlah konsumen perbankan yang memilih internet banking sebagai cara yang paling disukai untuk menangani keuangannya sewasa ini berkembang dengan sangat cepat. Hal ini disebabkan kareka mereka menyukai berbagai kemudahan dan fitur yang tersedia dalam internet banking. Internet banking bisa menyediakan fitur pembayaran berbagai rekening baik listrik, telepon, kartu kredit dan sebagainya secara online. Selain itu, setiap saat para konsumen bisa memeriksa dan mengunduh daftar transaksi keuangan meraka atau jumlah simpanan secara online. Di indonesia, internet banking telah diperkenalkan pada konsumen perbankan sejak tahun lalu. Beberapa bank besar baik BUMN atau swasta indonesia yang menyediakan layanan tersebut antara lain BCA, bank Mandiri, Lippo Bank, Permata Bank dan sebagainya. Mungkin ada orang yang ragu menggunakan internet banking lantara cemas dengan sistem keamanan internet yang sering dibodohi dengan hacker yang cracker. Terutama sistem keamanan dengan otoritasi pasword yang sudah cukup aman bagi kebanyakan situs belanja online ternyata belum dianggap aman bagi internet banking dibeberapa negara. Beberapa bank melengkapi sistem keamanan internet banking dengan sistem tambahan seperti enkripsi dan penggunaan pasword ganda yang salah satunya selalu berubah-ubah setiap melakukan transaksi perbankan online. Sistem password ganda itulah yang diadopsi beberapa bank di indonesia untuk melindungi konsimen internet bankingnya seperti sistem key BCA yang di gunakan BCA. Pelanggan tersebut setiap ingin melakukan transaksi perbankan lewat internet banking tidak hanya harus menggunakan PIN sebagai password, namun juga harus menggunakan key BCA, semacam kakulator elektronik untuk mengeluarkan pasword yang selalu berbeda untuk mengontolosasi transaksi tersebut. Ada beberapa strategi lainnya untuk melindungi internet banking seperti menggunakan pembaca kartu chip bank konsumen yang bisa mengeluarkan pasword yang hanya bisa dikenali kartu tersebut. Cara lain yaitu sertifikat yang dapat mengotoritasi transaksi perbankan online dengan menghubungkannya pada peralatan fisik milik konsumen seperti komputer atau ponsel. Memang sistem keamanan internet banking tidak pernah 100% aman, namun penelitian menunjukan perbankan konvensional justru lebih rentang pada penipuan keuangan dari pada internet banking.

 G. Analisis
 Teknologi informasi merupakan hal terpenting khususnya dalam dunia perbankan yang dijadikan alat penunjang pelayanan untuk nasabah. Bank berupaya memberikan pelayanan prima kepada nasabahnya, salah satunya dengan menyediakan kemudahan-kemudahan dalam menggakses seperti: ATM, Phone Bangking. SMS Bangking, Internet Bangking. 

 KESIMPULAN 
 Semakin cepatnya perkembangan Teknologi Informasi menuntut manusia untuk mencoba membuat perubahan di segala jenis kehidupannya yang tujuannya adalah mendapatkan hasil maupun kondisi yang terbaik yang dapat dicapai. Banyaknya sektor kehidupan yang ada diharapkan membuka inovasi baru bagi kita untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kemajuan peradaban manusia. Dalam perbankan TI sangat berperapan penting karena Semenjak adanya TI dunia perbankan, perbankan berkembang sangat cepat dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI). Pada awalnya dunia perbankan hanya sebagai jasa tempat penukaran uang (money changer). Lalu kemudian berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang, yang saat ini dikenal sebagai kegiatan simpanan (tabungan). Kemudian berkembang lagi sebagai tempat peminjaman uang. Dan masih terus berkembang hingga saati ini. Sekarang dunia perbankan telah berkembang bersama Teknologi Informasi (TI) dan hasilnya adalah seperti yang kita lihat sekarang ini, contohnya adalah E-banking dan lain-lain. 

 DAFTAR PUSTAKA 

gordon B,Davis, sisrem informasi manajemen bagian 1 pengantar. (Jakarta: PT ppustaka binaman pressindo, 1997)
http://darylagustian.blogspot.com/2012/04/definisi-korelasi.html http://octhapoetra.blogspot.com/2013/06/pengaruh-teknologi-informasi-dalam.html http://hanifatunnurfitriana.wordpress.com/2012/12/07/manfaat-teknologi-informasi-dalam-bisnis/ http://markusnugroho.wordpress.com/2012/07/13/pemanfaatan-komputer-dalam-bidang-perbankan-transportasi-pendidikan-komunikasi-dan-teknologi-informasi/

korelasi TI dan manfaatnya dalam perbankan

Jumat, 04 April 2014
Posted by Unknown

K-On ! Green!

Total Tayangan Halaman

mata kuliah
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

// Copyright © lianurjanah //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //